2009-12-06
Orang Besar Berpikir Besar (Mencermati Cara Berpikir Ansyaad Mbai)
Oleh: Harmin Hari
(Masyarakat Butur di Kendari)
Hampir semua masyarakat Butur mengenal Bapak Ld. Ansyaad Mbai, dia bukan karena sering pulang kampung bahkan jarang pulang kampung. Hanya sesekali pulang kampung untuk silaturahmi dengan keluarga. Bukan karena tidak perhatian, tidak peduli atau tidak empati, tetapi kesibukan beliau mengurus bangsa ini. Dia dikenal karena memang berkarir di luar daerah dan sangat diperhitungkan di tanah air. Karena itu ia menetap di Jakarta. Dia mantan Kapolres di Kalimantan, mantan Wakapolda Jawa Tengah, mantan Kapolda Sumatra Utara, dan sekarang sebagai kepala Desk Anti Teroris Indonesia. Reputasinya sangat diperhitungkan di tanah air sehingga tidak berlebihan kalau beliau saya sebut sebagi “orang besar”.
Berpikir Besar:
Belum lama ini beliau pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga besar masyarakat Butur. Dia pun menyempatkan diri lebaran Idul Adha di Kulisusu, dan mengadakan silaturahmi dengan masyarakat Butur dikediamannya di Kulisusu akhir November 2009. Karena ada keinginan istrinya (Sumarni Ansyaad Mbai), untuk maju menjadi calon Bupati Butur 2010-2015, maka masyarakat banyak termasuk saya pun menduga bahwa dalam silaturhami yang dihadiri kurang lebih 2.500 orang berasal dari 6 kecamatan di Butur, Ansyaad Mbai akan berorasi politik menggiring masyarakat untuk memilih istrinya. Paling tidak beliau memuji-muji atau sedikit menyentuh nurani masyarakat yang hadir ketika itu agar pilkada nanti jatuhkan pilihan anda pada Sumarni. Cara berpikir saya ini masuk akal karena dihadiri banyak orang, tidak haram juga melakukan kampanye terselubung sebagaimana yang sering dilakukan banyak orang. Ini peluang emas dan strategis untuk mencuri star kampanye calon. Ternyata dugaan saya dan juga orang banyak meleset, dalam silaturahmi tersebut, tidak sedikitpun melakukan kampanye apalagi menggiring masyarakat untuk memilih istrinya menjadi Bupati Butur nantinya. Saya kemudian merasa lega karena ternyata Bapak Ld. Ansyaad Mbai berpikir obyektif, rasional berwawasan jauh kedepan. Lalu apa yang disampaikan beliau ketika memberikan sambutan. Paling tidak ada tiga hal penting yang disampaikan beliau
Pertama bahwa pilihlah Bupati Butur 2010-2015 sesuai hati nurani anda semuanya, jangan dipaksa-paksa, jangan digiring-giring karena masyarakat kita akan mengetahui siapa yang terbaik; kalau menurut anda yang terbaik, maka terbaiklah untuk Butur
Kedua; Bahwa kita sangat mendambakan keamanan dan stabilitas di Butur, jangan ada lagi pertengakaran, perselisihan, percekcokan diantara kita. Daerah ini tidak akan maju kalau kita semua hanya sibuk bertengkar
Ketiga bahwa beliau berpendapat bakal calon lain seperti Pj. Bupati Bupati sekarang adalah saudara saya, karena itu tidak ada silang pendapat, tidak ada pertengkaran karena kita semua adalah saudara, kita perlu amankan daerah ini agar pembangunan berjalan lancar, hanya daerah yang aman yang dapat melakukan pembangunan secara baik dan akseleratif. Saking menariknya sambutan beliau, konon beberapa orang yang hadir sempat meneteskan air mata, mereka terharu, mereka rindu, meraka ingin disirami nasehat dan petuah penuh makna dan arti, meraka perlu dicerahkan pikiran orang besar. Kami rindukan Bapak Ld. Ansyaad Mbai, jangan lama-lama tinggalkan kami, sesekali lihatlah daerah ini. Kami inginkan kemajuan, rindukan keadilan, harapkan pembangunan, terbesit dihati salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.
Walaupun pendapat tersebut di atas adalah sesuatu yang normatif, tetapi karena disampaikan oleh Bapak Ld. Ansyaad Mbai dalam momentum silaturahmi yang mengahdirkan orang banyak dan bisa saja menguntungkan istrinya maka saya pun menggelar beliau sebagai “orang besar yang berpikir besar”.
Optimisme
Walaupun pilkada Butur yang akan dihelat April 2010 nanti bakal alot dan menegangkan, tetapi saya menaruh optimisme tinggi bahwa serumit apapun akan berakhir damai dan menyejukan. Saya berpendapat bahwa ada kebesaran jiwa, ada mainset besar oleh tokoh masyarakat sekaliber Bapak Ld. Ansyaad Mbai untuk mengawal proses demokrasi paling bergengsi di Butur ini secara arif bijaksana. Saya juga yakin bahwa siapapun yang kalah akan menerima kekalahan secara demokratis, dan juga siapapun yang menang akan menghormati yang kalah secara demokratis pula.
Kalaupun nanti ada yang merasa tidak puas dengan hasil pilkada, maka saat nya nanti juga akan menerima dengan besar hati. Apabila nantinya Sumarni kalah bertarung dipilkada maka akan diterima dengan lapang dada sebagai sebuah konsekuensi demokrasi yang dilandasi hati nurani, demikian sebaliknya kalau Sumarni memenangkan pertarungan maka akan menghormati yang kalah sembari membangun pemerintahan di Butur dengan baik pula tanpa membabat habis lawan politiknya saat pilkada. Prilaku politik saat pilkada hendaknya berakhir seiring selesainya pilkada.
Sekiranya ada calon, tim sukses yang sangat militant, maka segala tindakannya juga akan disesuaikan dengan koridor hukum dan tata aturan pilkada. Karena itu pula semuanya kita mari kawal momentum demokrasi pilkada Butur ini, mulai dari KPU beserta semua perangkatnya, PANWAS, pemerintah daerah hingga masyarakat biasa seperti saya. Semoga pilkada pertama Butur sukses adanya dan menghasilkan pemimpin yang amanah. Amin.
Editor
Nama
:
Harmin Hari, SP, M.Si
E-mail
:
harmin_70@yahoo.co.id
Identitas
:
KTP-20.5005.230770.0001