2010-02-20
SURAT UNTUK YUSUF TENTANG RIDWAN YANG HARUS BELAJAR HIPNOTIS
Oleh: ABDUL SYAIR
(MASYARAKAT BUTON UTARA)
Assalamu Alaikum, Wr. Wb.
Bapak Calon Bupati, sebenarnya saya punya satu saran yang bisa berguna bagi anda, tetapi saya agak khawatir dianggap menyodorkan saran yang tidak benar. Saran saya, ada baiknya anda mempelajari hipnotis. Ini penting agar anda semakin jagoan sebagai komunikator. Bagaimanapun, hipnotis adalah sebuah teknik berkomunikasi. Dan, jika anda mempelajarinya secara baik, anda tidak akan kesulitan untuk menyampaikan pesan-pesan sugestif yang bisa menjangkau bawah sadar orang banyak. Persoalan pentingnya terletak pada sugesti apa yang anda sampaikan.
Banyak pemimpin yang memiliki daya hipnosis kuat. Bung Karno memukau di depan khalayak, Fidel Castro demikian. Josip Broz Tito dari Yugoslavia juga memukau, bahkan pemimpin lucu seperti Idi Amin pun pernah memukau para pendukungnya di Uganda, meskipun ia tampak tidak masuk akal bagi orang-orang di negeri tetangga. Dan tentu saja Hitler pernah membuat Jerman terhipnotis sehingga bisa melakukan kesalahan yang sampai sekarang membuat mereka tak berkutik ketika orang-orang Yahudi terus-menerus mempersegar ingatan orang tentang Holocaust.
Demikianlah, para orator selalu tahu cara menghipnotis massa dengan bahasa, gerak tubuh, penampilan, dan apa saja yang bisa mereka manfaatkan untuk menggerakkan publik. Tetapi, sekali lagi, yang terpenting adalah sugesti yang disampaikan. Dan pada dasarnya hipnosis, sebagai teknik komunikasi, akan ampuh ketika ia digunakan demi kepentingan orang lain. Jika digunakan untuk kepentingan si hipnotisnya sendiri, sedikit banyak ia akan menjadi sesuatu yang kriminal.
Maksud saya, jika anda menggunakan teknik komunikasi yang efektif demi menyampaikan sesuatu yang menggugah semangat orang banyak, anda akan menjadi pemimpin yang sanggup memotivasi seluruh masyarakat Buton Utara. Anda akan mampu melahirkan kebijakan yang membangkitkan harapan dan anda didukung oleh publik karena mereka terdorong untuk menjaga agar kebijakan itu berhasil. Dan bagaimana anda bisa melibatkan partisipasi publik? Yakni ketika semua orang merasa melakukan hal itu untuk kebaikan diri mereka masing-masing dan bukan sekadar untuk mendukung secara buta apa saja yang diputuskan oleh si pemimpin. Yang terakhir ini biasa terjadi dalam sebuah sekte.
Di surat saya yang terakhir, saya menceritakan tentang Iran yang melakukan “kampanye miskin” dan negeri itu berhasil mengatasi rongrongan embargo dengan kekuatannya sendiri. Ada sebuah komentar lucu yang menyatakan bahwa Buton Utara bukan Iran dan apa yang terjadi di sana belum tentu cocok dengan Daerah Buton Utara. Saya sangat paham Buton Utara bukan Iran. Buton Utara bukan Negara, bukan Amerika Serikat, bukan Kenya, bukan Somalia, bukan Malaysia, apalagi Uganda. Buton Utara bukan penemu teori gravitasi, bukan penemu matematika, bukan penemu ubi kayu, bukan penemu sanggara. Tetapi bukankah anak-anak sekolah di Buton Utara mempelajari gravitasi, matematika, dan bisa menikmati ubi kayu maupun sanggara?
Sekarang, tiba-tiba saya teringat kisah Khalifah Umar bin Khathab yang konon hanya mengisi perutnya dengan minyak zaitun ketika perutnya keroncongan. Ketika itu rakyat di negerinya sedang kelaparan. Katanya, "Sekeras apa pun kau merengek, wahai perut, hanya itulah yang akan kaudapatkan sampai semua rakyatku bisa kembali mendapatkan makanan."
Jadi, Pak Calon Bupati, dari cerita itu kita bisa belajar bahwa seorang pemimpin yang baik tidak melakukan 'kompromi politik' bahkan dengan perutnya sendiri. Dan ia bisa memperlakukan perut sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya, dan ia bisa menolak tuntutan perutnya sekalipun perut itu merengek manja.
Tentunya Drs. Muh. Ridwan Zakariah, M.Si dan Ir. Yusuf sebagai calon Bupati dapat meneladani Umar bin Khatab meskipun nanti ada yang berkomentar bahwa anda bukan Khalifah Umar, jadi apa yang dilakukan oleh Umar bin Khatab belum tentu cocok anda lakukan. Bapak-Bapak juga harus belajar “hipnotis” dalam konteks membuat kebijakan pembangunan yang didukung masyarakat demi kemajuan Buton Utara di masa datang jika Bapak Terpilih dalam Pemilu Kada Bulan April Nanti.
Wasalam
Mohon Maaf Bila Ada Kata Yang Kurang Berkenan
Editor
Nama
:
Abdul Syair
E-mail
:
syair_lagundi@yahoo.co.id
Identitas
:
KTP-74.0316.240479.0001